Rabu, 08 Agustus 2012



.:: KEJATUHAN CICAK, 

Sinyal Ketiban Sial? ::.


Cicak memang bukan jenis hewan yang biasa dikeramatkan. Orang tidak takut membunuh atau menjadikannya sebagai santapan kucing atau hewan piaraan lainnya. Mereka juga tidak merasa khawatir jika tanpa sengaja menginjak cicak. Anehnya begitu kejatuhan cicak, banyak yang ketakutan, hati berdebar, jantung berdegup kencang. Disangkanya itu adalah sinyal bakal hadirnya nasib sial. Seperti meninggalnya sebagian anggota keluarga, atau musibah lain. Merekapun mengistilahkan ini dengan firasat.
Antisipasipun segera dilakukan. Caranya pun bermacam-macam. Bahkan ada yang berusaha menangkap cicak yang menimpa dirinya, lalu disobek mulutnya. Sebagian lagi melakukan ruwatan dan ada pula yang melarang keluarganya bepergian, karena takut ditimpa kesialan seperti kecelakaan dan semisalnya.
Inilah yang disebut dengan thiyarah, mengkaitkan datangnya sial maupun kemujuran berdasarkan sinyal dari suara burung atau yang semisalnya. Termasuk mengkaitkan akan datangnya kesialan dengan jatuhnya cicak yang mengenai tubuh seseorang. Jelas ini tidak benar dan termasuk kesyirikan. Nabi saw bersabda :
“Siapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah, maka dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad)
Thiyarah berbeda dengan firasat. Firasat itu berupa rasa tidak nyaman, keraguan yang datang tiba-tiba, atau feeling tertentu tanpa menandai perilaku hewan tertentu dengan kejadian tertentu yang memang tak ada hubungannya secara logis maupun berdasarkan dalil. Semua ‘kesaksian’ yang mengkaitkan antara keduanya hanyalah kebetulan. Faktanya, banyak yang kejatuhan cicak, namun tidak diiringi dengan musibah yang menimpa. Banyak pula yang tertimpa musibah, padahal tidak kejatuhan cicak sebelumnya.
Lalu, bagaimana jika hati terlanjur berdebar atau takut karena tiba-tiba cicak jatuh di kepala? Menyobek mulut cicak adalah penyiksaan, tidak pula mencegah dari kesialan jika harus terjadi, dan yang fatal, hal itu juga menjerumuskan ke dalam syirik. Tak ada hubungan antara musibah dengan mulut cicak.
Nabi saw ditanya tentang kafarah bagi orang yang terlanjur melakukan ‘thiyarah’,
 Beliau menjawab, hendaknya dia membaca

Allahhumma laa khoiro illaa khoiruka wa laa thoiro illaa thoiruka wa laa ilaha ghoiruka) ”

 Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali telah Engkau tetapkan. Dan tidak ada keburukan,
 kecuali telah Engkau tetapkan. Dan tidak ada Tuhan selainMu (yang berhak disembah).”

(HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Al-Abani dalam Ahadits ash-Shahihah)
Semoga Allah melindungi kita dari syirik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.
(Ar-Risalah No.86/Vol.VIII/2 Rajab-Sya’ban 1429 H)
sumber :arifdwipoenya.wordpress.com/.../kejatuhan-cicak-sinyal-ketiban-sial/

Minggu, 29 Juli 2012

Alasan Rasulullah Melarang Minum Sambil Berdiri | 4friends

Alasan Rasulullah Melarang Minum Sambil Berdiri | 4friends

Manfaat Air | 4friends

Manfaat Air | 4friends

Subhanallah


Coba lihat asma Allah selama 10 detik
Author : irsyad

Lihat 3 titik hitam pada huruf Lam selama 10 detik,kemudian lihat ke tembok , ..... apa yang terjadi ?

Kenapa ini bisa terjadi ?

Subhanallah...sungguh keajaiban yang luar biasa

solat duha

Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa
Rasulullah Saw bersabda, 
“Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya;
setiap tasbih adalah sedekah,
setiap tahmid adalah sedekah, 
setiap tahlil adalah sedekah,
setiap takbir adalah sedekah,
setiap amar ma’ruf adalah sedekah,
dan setiap nahi munkar adalah sedekah
Maka,
yang dapat mencukupi hal itu
hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.”
HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Subhanallah !!! Allah Masih Memberi Kita Jalan Meloloskan Diri Dari IBLIS

Di dalam Al Qur’an, akan kita dapati sebuah rekaman dialog antara Allah SWT dengan iblis yang dihukum oleh Allah. Dalam dialog tersebut, iblis menyatakan untuk selalu menyesatkan manusia. Hal tersebut terekam dalam surat Al A’raf ayat 16-17 berikut ini:

“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).’” (QS. Al A’raf : 16-17)

Dari ayat Al Quran di atas dijelaskan bahwa Iblis akan selalu menghalang-halangi kita dari jalan yang lurus. Caranya, dia akan mendatangi kita dari muka, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri kita. Lalu apa maksud dari keempat penjuru itu?

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 17 di atas adalah:
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”:
Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim),

“dan dari belakang mereka”:
membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim),

“dari kanan”:
urusan-urusan agama akan dibuat tidak jelas (Wa ‘An Aimaanihim)

“dan dari kiri mereka”:
dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).

Lalu timbul pertanyaan di benak kita, mengapa iblis tidak mendatangi kita dari ATAS dan dari BAWAH kita? Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah tafsir Al Qur’an yang diredaksikan dari Al-Fakhrur-Razy dalam tafsirnya berkata:

“Diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan terhadap manusia mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah, jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam do’a dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyu’an, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka” (At-Tafsir Al-Kabir V/215)

Dalam tafsir yang lain juga dikatakan bahwa Iblis tidak mendatangi kita dari atas, karena rahmat turun kepada manusia dari atas (Tafsir Ibnu katsir III/394-395).

Oleh karena itu iman adalah senjata kita. Berdoalah, mari kita berlindung kepada Allah atas segala godaan syaithan yang terkutuk (dakwatuna.com)

Ayat Kursi Dan Manfaatnya..(wajib baca)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwppJVsGU2lAXN65EnVRAuipEwvkc9OI-b4PXN00Ad1Zf6gisynsZrbZ5KEJ8TXSxZ2wjvvXrK_3sBCrxE96lCeN7Dtrya76WpJURnhmqZXHMjCTTuCKG7kviALhPDMDdCUkbmZ7q6IVE/s1600/254710_ayat_kursi_50000.jpg

Setiap ayat-ayat yang terkandung di dalam Al Qur’an, memiliki kekuatan dan manfaat masing-masing bagi setiap orang yang mengamalkannya dengan baik. Ayat Kursi, sebagai salah satu ayat di dalam Al Qur’an, tentunya memiliki pula kekuatan dan manfaat tersebut.

"Allahu laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qayuum, la ta`khudzuhuu sinatuw wa la naumun, lahuu ma fis samaawati wa ma fil ardhi, man dzal ladzi yasyfa'u 'indahuu illa bi idznihii, ya'lamu ma baina aidiihim, wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min 'ilmihii illaa bi maa syaa-a wasi'a, kursiyyuhus samaawaati wal ardha, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa Huwal 'Aliyyul 'Azhim." (QS. Al Baqarah : 255)

Artinya :


"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al Baqarah : 255)

Dalam sebuah hadits, ada menyebutkan tentang syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah, dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah.

Oleh karena itulah, Rasullah SAW tidak akan masuk ke dalam rumah, sehingga Beliau mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmah dan manfaat Ayat Al Kursi mengikuti beberapa Hadits :

1. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya, hingga subuh.

2. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir setiap shalat Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT, hingga waktu shalat yang lain.

3. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di setiap akhir shalat, dia akan masuk surga , dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, maka Allah SWT akan memelihara rumahnya serta rumah-rumah disekitarnya.

4. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala Nabi-Nabi, serta Allah SWT melimpahkan rahmat kepadanya.

5. Barang siapa membaca ayat Al Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutus 70.000 Malaikat kepadanya – mereka semua memohonkan ampunan dan mendoakan baginya.

6. Barang siapa membaca ayat Al Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya, dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah, sehingga mati syahid.

7. Barang siapa yang membaca ayat Al Kursi ketika dalam kesempitan, niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.


Demikian hikmah dan manfaat dari Ayat Kursi, semoga pengetahuan ini dapat selalu menjadi inspirasi bagi seluruh umat muslim dalam mengamalkan ayat-ayat yang terkandung di dalam Al Qur’an. Amien.